Minggu, 29 Juli 2012

3 Rahasia Bagi Anda yang Ingin Memulai Bisnis

Tung Desem Waringin - detikfinance
Selasa, 17/07/2012 09:23 WIB

Jakarta - Memulai berbisnis bagi sebagian orang mungkin bukan keputusan yang mudah. Namun jika anda sudah memutuskan untuk berbisnis, maka ada beberapa hal yang harus menjadi pegangan Anda. Apa saja? berikut ini ulasan singkat dari pakar marketing Tung Desem Waringin:

Setelah Anda memutuskan untuk berbisnis, mempunyai goal, dan mempunyai produk untuk dijual. Kini saatnya membuat model bisnis anda. Dengan membuat model bisnis yang bisa mencapai goal Anda, ini bisa memudahkan Anda dalam mencapai life forever. Model bisnis ini mencerminkan cara kerja dari bisnis Anda.

Saya Tung Desem Waringin, akan menjelaskan bagaimana membuat Goal Business Model, yaitu :

1. Menguntungkan Return Minimal 20% / Tahun dari Modal

Yang pertama yang Anda diinginkan dari sebuah bisnis adalah dapat menguntungkan. Namun jika ternyata bisnis yang Anda kelola sudah tidak menguntungkan, yang bisa dan harus Anda lakukan adalah memperbaikinya.

Namun, memperbaiki saja terkadang tidak mendatangkan hasil, dan jika itu terjadi Anda harus mengubah/ mengganti Management-nya. Dan kalau usaha tersebut masih tidak berhasil, tidak ada salahnya jika Anda menjualnya.

Karena itu adalah usaha yang lebih baik dibandingkan jika Anda meneruskan suatu bisnis yang sudah jelas tidak produktif lagi, dibandingkan jika Anda harus meneruskan suatu bisnis yang sama sekali tidak menguntungkan walaupun Anda sudah membuatnya menjadi lebih menguntungkan.

Tapi yang harus Anda ingat, beri waktu untuk Anda berpikir dan menganalisa apakah akan benar-benar di jual atau tidak.

Karena jika Anda tidak memberikan waktu untuk Anda berpikir dan menganalisanya, siapa tahu bisnis Anda akan meledak untuk kedepannya.

2. Layak Tumbuh, Punya Masa Depan dan Mempunyai Keunggulan Bersaing yang Jelas

Memilih produk untuk dibisniskan yang sesuai dengan Trend sekarang yang dapat diandalkan sampai dengan kedepannya. Selain itu juga memiliki keunggulan yang dapat dilebihkan daripada produk yang serupa.


Contohnya:

Mungkin waktu dulu Anda pernah mendengar alat komunikasi Pager. Ini adalah alat komunikasi yang booming pada masa lalu. Dan jika Anda menjual produk ini di masa sekarang, Anda akan kalah saing dan bahkan Anda akan langsung gulung tikar. Karena di sekarang sudah ada produk yang lebih canggih dan juga lebih bisa diandalkan dari pada Pager.

Jika Anda ingin menjual produk, sebisa mungkin sesuaikan dengan trend yang sekarang ini sedang banyak dipakai/ banyak dicari oleh banyak orang.
Kalau perlu, Anda dapat menciptakan suatu produk yang dapat dipakai oleh banyak orang dan menciptakan trend Anda sendiri/ trend yang akan booming kedepannya.

3. Jalan Dengan atau Tanpa Kita

Jika Anda mempunyai sebuah bisnis dan bisnis Anda sukses ke depannya, secara tidak langsung Anda akan membuat bisnis yang lainnya untuk lebih bisa menguntungkan Anda dari pada Anda hanya ketergantungan dengan bisnis Anda yang pertama.

Nah, jika Anda sudah membuat bisnis yang baru maka secara tidak langsung harus beralih dan sebagian besar waktu Anda harus beralih ke bisnis Anda yang baru. Disini Anda harus dapat menentukan apakah Anda dapat meninggalkan sementara bisnis Anda yang lama dan beralih ke yang baru.

Karena Anda membangun bisnis yang baru dan ingin mempunyai Aset yang lebih dibandingkan yang sekarang, namun jika ternyata bisnis Anda yang lama tidak bisa berjalan tanpa Anda. Sebaiknya Anda menunda untuk membuat bisnis yang baru dan melakukan training kepada bisnis yang lama Anda untuk lebih bisa berjalan tanpa Anda.

Karena Anda ingin mempunyai Aset, jika bisnis tersebut tidak dapat ditinggal oleh Anda. Maka Andalah yang menjadi Aset dari bisnis Anda tersebut.

Semoga bermanfaat, Saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat!




(hen/hen)


Sumber :
Detik.com - http://finance.detik.com/read/2012/07/17/092139/1966965/480/3-rahasia-bagi-anda-yang-ingin-memulai-bisnis?f771108bcj

Ini Cara Mengubah Kegagalan Jadi Sebuah Peluang

Tung Desem Waringin - detikfinance
Rabu, 25/07/2012 09:54 WIB

Jakarta - Bagi seorang pemenang, kekecewaan, kekalahan atau kegagalan memberi inspirasi kepada mereka untuk terus belajar dan take action sehingga mereka lebih baik dan lebih kuat. Bagi pecundang, kekecewaan, kekalahan atau kegagalan menghentikan mereka.

Mengutip John D. Rockefeller, "Saya selalu berusaha mengubah setiap bencana menjadi peluang" Menurut ayah kaya Robert Kiyosaki, "Hanya orang bodoh yang berharap semua berjalan sesuai dengan keinginannya"

Siap untuk kecewa bukan berarti menjadi seorang pecundang yang kalah atau pasif. Dengan siap secara mental dan emosional serta finansial mempersiapkan diri menghadapi kejutan yang mungkin kita tidak inginkan maka kita bisa bertindak dengan tenang dan bijaksana ketika keadaan tidak sesuai dengan keinginan kita.

Dengan kata lain kita harus siap dengan kemungkinan terburuk dan selalu berjuang (termasuk dalam hal ini belajar, mempunyai impian) dengan konsisten dan persisten untuk mencapai yang terbaik.

Singkatnya, kita semua melakukan kesalahan. Kita semua merasa kesal dan kecewa ketika keadaan tidak sesuai keinginan kita. Namun perbedaannya terdapat pada cara kita memproses kekecewaan itu secara internal. Ayah kaya meringkasnya seperti ini.

Ia berkata, "Ukuran keberhasilanmu ditentukan oleh kekuatan hasratmu; besarnya mimpimu; dan caramu menghadapi kekecewaan selama perjalanan.”Banyak orang yang menggunakan kekecewaannya seperti membangun tembok mengelilingi mereka sehingga mereka tidak berkembang lagi. Tetapi ada juga yang menggunakan kekecewaan sebagai pondasi atau batu pijakan untuk tumbuh menjadi lebih baik.

Bagaimana caranya menggunakan kekecewaan, kekalahan atau kegagalan menjadi kekuatan. Yaitu dengan menggunakan pertanyaan di bawah ini :


Apa yang harus saya pelajari dari kejadian ini sehingga besok saya menjadi lebih baik?
Saya harus belajar apa sedemikian sehingga bila menghadapi hal yang sama, saya akan jauh lebih berhasil?
Siapa yang bisa membantu saya untuk menghadapi masalah yang sama sedemikian sehingga menjadi lebih mudah berhasil?

Semoga bermanfaat, Saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat!


(hen/hen)


Sumber :http://finance.detik.com/read/2012/07/25/095450/1974141/480/ini-cara-mengubah-kegagalan-jadi-sebuah-peluang?
Detik.com -

Kamis, 26 Juli 2012

Stok Barang Dagangan Anda Belum Laku? Lakukan Hal Ini

Tung Desem Waringin - detikfinance
Selasa, 03/07/2012 11:48 WIB

Jakarta - Risiko seorang yang berdagang antara lain stok dagangan yang tak laku dalam waktu yang lama. Kalau sudah begini biasanya perlu terobosan agar barang dagangan anda bisa laris. Berikut ini ulasan dari pakar marketing Tung Desem Waringin:

Dalam bisnis yang besar, yang namanya stok harus minimal. Mengapa harus minimal? karena stok adalah uang mati yang harus diputar kembali. Coba Anda bayangkan jika stok barang Anda menumpuk digudang, pasti Anda sebagai pemilik bisnis sendiri akan merasa sedih, seharusnya menjadi uang justru malah menjadi barang yang tidak dipakai.

Hal ini pasti tidak mau dialami oleh perusahaan lainnya. Untuk itu Anda harus mengetahui bagaimana cara menjual produk dengan cepat atau yang tidak laku menjadi laku keras.

Berikut ini cara menjual stok barang yang tidak laku sehingga menjadi laku keras, yaitu :

1. Bagian Pembelian Bukan Sama Dengan Pemimpin. Maksudnya adalah, tugas pemimpin hanya mengontrol dan mengecek saja. Bagian keuangan atau wakil pemimpin yang setiap ada pengeluaran yang akan dibutuhkan untuk tanda tangan.

2. Early Warning Since

Misalkan Anda mempunyai rata-rata Omset. Rata-rata omset itu misalnya 5x dari stok. Maksudnya adalah, apabila Stoknya 100, maka Omset Anda harus 500! Dan apabila Stok Anda sudah mencapai 20 dari 100 stok, maka Anda harus membeli lagi. Jadi di sini bertujuan agar stok Anda tidak pernah habis.

Apabila kurang dari 2 kali omsetnya, harus ada laporan. Dan apabila kurang dari 1 kali stok pemutaran, bagian pembelian harus melaporkan. Jadi kesimpulannya, jika stok memungkinkan sedikit lagi, Anda bisa menambah stok. Jangan sampai stok habis selama penjualan berjalan sangat cepat.

Jika Anda menemukan Stok barang yang tidak laku, yang harus Anda lakukan pertama adalah fokus solusi. Maksudnya adalah apa saja yang harus Anda lakukan agar Stok Anda dapat laku.

3. Mengubah Display

Yang dimaksudkan di sini adalah, cobalah Anda merubah letak dari produk yang Anda jual. Bisa saja produk yang Anda jual tidak laku karena letaknya yang tidak terjamah dari para calon pembeli Anda. Di sini, Anda bisa merubahnya atau meletakkannya ke tempat yang lebih strategis.

4. Mengubah diskon

5. Beriklan

Maksudnya adalah, cobalah Anda iklankan produk yang tidak laku tersebut. Bisa saja di sini para pembeli yang datang ke Toko Anda tidak mengetahui kelebihan atau keunggulan dari produk yang tidak laku tersebut.

6. Lelang Terbalik

Di sini Anda melakukan lelang kepada produk yang tidak laku.

Contohnya saja:

Ada Stand penjual Helm, dan dari produk yang di tawarkan pasti ada saja yang tidak laku. Tidak laku tersebut, bukan hanya datang dari pelanggan yang tidak kunjung datang juga, tapi bisa saja model yang ditawarkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Di sini Anda bisa memakai Lelang Terbaik. Misalnya adalah, Helm dengan harga Rp 120.000,-, dan pada lelang Anda tawarkan dengan harga Rp 100.000,-. Jika masih tidak laku juga, Anda bisa mengurangi harganya lagi sampai produk yang Anda tawarkan terjual.

Semoga bermanfaat, Saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat!


(hen/hen)


Sumber :
Detik.com - http://finance.detik.com/read/2012/07/03/114838/1956400/480/stok-barang-dagangan-anda-belum-laku-lakukan-hal-ini

6 Penyebab Gagalnya Bisnis Waralaba

Angga Aliya - detikfinance
Selasa, 17/01/2012 07:19 WIB

Jakarta - Banyak orang menyangka berbisnis waralaba merupakan langkah pasti menuju sukses. Tapi pada kenyataannya, banyak alasan yang membuat bisnis waralaba berakhir tidak seperti yang diperkirakan.

Dalam artikel yang dikutip dari investopedia, Selasa (16/1/2012) ini, kita akan melihat beberapa pertimbangan yang bisa anda kaji sebelum terjun langsung ke bisnis waralaba.

1. Modal awal dan royalti waralaba yang cukup tinggi

Modal awal dan franchise fee bisa sangat mempengaruhi laba penyewa bisnis waralaba. Sebagai contoh, jika anda ingin membuka waralaba McDonald's, anda harus punya lokasi sendiri (sewa maupun milik), belum lagi royalti waralaba sekitar Rp 405 juta (US$ 45.000) untuk memegang hak waralaba selama 20 tahun, setelah masanya habis maka bisa diperpanjang.

Jika dihitung-hitung secara total, biaya yang anda harus keluarkan untuk membuka sebuah restoran cepat saji McDonald's berkisar antara Rp 4,5 miliar sampai Rp 14,4 miliar.

Yang paling merepotkan adalah, franchise fee yang harus disetorkan per tahun. Setiap tahun, pemegang pemegang waralaba harus menyetorkan 12,5% omzetnya ke pemilik waralaba. Jadi, berapapun omzet anda atau sebaik apapun bisnis, anda akan terus terikat dengan peraturan ini.

Ongkos sewa tahunan ini merupakan syarat paling standar dalam dunia waralaba. Bahkan, Burger King meminta tambahan 4,5% jika ongkos waralabanya mencapai Rp 450 juta, sama seperti Dunkin' Donuts yang meminta tambahan 5,9% untuk franchise fee di kisaran Rp 360-720 juta tergantung lokasi.

Dikurangi gaji karyawan, uang makan dan pajak, bisa terlihat bahwa memegang lisensi waralaba tidak semudah seperti kelihatannya.

2. Biaya bahan baku yang mahal

Untuk anda bisa tetap berbisnis, kebanyakan pemilik waralaba memaksa para pemegang lisensinya untuk membeli bahan baku dari pensuplai yang biasanya masih ada hubungan 'spesial' dengan si pemilik waralaba. Biasanya, harga yang ditetapkan oleh pensuplai ini lebih tinggi ketimbang harga pasar.

Bahkan, beberapa pemilik waralaba makanan cepat saji mematok 5-10% lebih tinggi dari harga pasar untuk produk-produk seperti sayuran, tomat atau bahan baku lainnya. Padahal, sayuran tetap sayuran yang harganya biasanya hampir sama, tapi ini menjadi salah satu cara lain si pemilik waralaba menggenjot laba.

Jangan sekali-sekali anda membatalkan pesanan bahan baku dari si pemilik waralaba, karena bukan tidak mungkin ia kan memutus kontrak anda di tengah jalan sehingga anda tak lagi bisa berbisnis.

3. Minimnya pendanaan

Kebanyakan pemegang lisensi waralaba tidak punya akses ke pendanaan yang baik. Jadi, jika butuh tambahan modal, kebanyakan pemegang lisensi waralaba harus merogoh koceknya sendiri. Bisa dibilang, pemegang lisensi waralaba bergantung pada diri sendiri.

Beberapa pemilik waralaba mengetahui hal ini dengan baik sehingga memberikan opsi cicilan untuk franchise fee, modal awal, bahan baku dan peralatan untuk memulai waralaba. Situasi seperti ini biasanya lebih menarik para calon pemegang lisensi waralaba.

4. Minimnya kontrol lokasi

Beberapa waralaba punya aturan untuk tidak terlalu banyak membuka tokonya di sebuah kota demi menghindari saturasi pasar dan omzet yang anjlok. Akan tetapi banyak juga waralaba yang membuka toko sebanyak mungkin di sebuah kota demi menggenjot penjualan.

Itulah mengapa bukanlah sesuatu yang aneh jika anda melihat lima gerai McDonald dalam radius 8 km karena perusahaannya berusaha untuk meraup setiap uang yang ada di wilayah tersebut. Pemilik waralaba memang dapat untung banyak, tapi yang menderita adalah gerai si pemegang lisensi waralaba, karena tiap muncul satu waralaba di lokasi yang sama, maka omzetnya bisa turun sampai setengah.

5. Kurang kreatif

Sebauh waralaba biasanya mewajibkan keseragaman. Mulai dari dekorasi toko, papan reklame, produk yang ditawarkan sampai seragam pelayannya harus sama. Untuk orang yang menyukai kreatifitas, ini bisa membuat frustasi.

Jadi, jika anda yang terbiasa menjadi bos bagi diri sendiri, keseragaman ini mungkin cukup sulit dilakukan. Mungkin anda tidak cocok untuk berbisnis waralaba.

6. Pemilik waralaba kurang mengenal daerah baru

Anda pasti sering mendengar kalau kunci sukses dalam berbisnis adalah lokasi, lokasi, lokasi. Pasalnya, lokasi memang sangat mentukan sukses atau gagalnya sebuah bisnis.

Intinya, jika anda tidak bisa menemukan lokasi yang tepat untuk membuka waralaba, anda pasti akan kesulitan, karena si pemilik waralaba pun tidak bisa banyak membantu anda dalam menentukan lokasi.

Contohnya waralaba pizza. Anda tidak bisa dengan mudah membuka gerai pizza di sebuah daerah yang cukup ramai penduduk. Tetapi, anda juga harus perhatikan tingkat usia di lokasi tersebut.

Salah besar jika anda membuka gerai pizza di lingkungan ramai tapi isinya orang tua. Lebih baik anda cari lingkungan yang lebih sepi tapi isinya anak muda semua.

Riset seperti ini lah yang biasanya tak dimiliki oleh si pemilik waralaba. Si pemegang lisensi waralaba lah yang bertugas untuk melakukan riset ini sendirian tanpa bantuan kantor pusat.

Kesimpulan:

Menjalankan bisnis waralaba adalah sebuah keputusan serius yang harus dilaksanakan dengan hati-hati. Sebelum anda menyewa waralaba, banyak belajarlah mengenai perusahaan yang jadi target, begitu pula dengan produk dan lokasinya. Karena bahkan dengan produk dan lokasi yang baik, belum tentu anda bisa meraup laba. Jadi, pastikan adan tahu risikonya sebelum membuka waralaba.


(ang/qom)


Sumber :
Detik.com - http://finance.detik.com/read/2012/01/17/071919/1817279/480/6-penyebab-gagalnya-bisnis-waralaba

Bisnis Keluarga, Banyak Kisah Sukses Bermula dari Garasi Mobil

Suhendra - detikfinance
Jumat, 12/11/2010 08:12 WIB

Jakarta - Menjalani bisnis keluarga dan sukses, kadang kala tak pernah terbayangkan oleh seseorang. Para pengusaha keluarga yang sukses itu memang tak pernah membayangkan usahanya akan menggurita karena mereka memulai bisnisnya dari skala yang sangat kecil.

Menurut pendiri dan pemilik PT Kalbe Farma Tbk Boenyamin Setiawan keberhasilannya merintis bisnis keluarga farmasi hingga menjadi perusahaan terbuka saat ini berawal dari banyak kebetulan.

Membangun Kalbe Farma yang saat ini sudah begitu besar diakuinya tidak mudah, namun semuanya berjalan mengalir begitu saja meski pada awalnya berjalan banyak dengan trial and error.

Ia mengaku sudah berapa kali gagal untuk membangun industri farmasi sepulangnya ia dari kuliah di AS dengan beasiswa. Mulai dari meniru produk Cap Elang menjadi Cap Beo, Obat Kina dan lain-lain semuanya gagal.

Ditengah rentetannya kegagalannya, ia berencana akan bekerja ke Belanda, namun urung ia lakukan karena dihadang oleh kakaknya yang seorang dokter. Dari sinilah nasibnya berubah, setelah melalui kenalan kakaknya yang mimiliki bengkel di Tanjung Priok ia mendapatkan lokasi calon pabrik yang merupakan sebuah garasi mobil.

"Itu perusahaan bekas garasi. Kalau mau memulai usaha dari garasi, ini dialami oleh pengusaha dunia lainnya, kenyataannya berhasil," jelasnya di acara seminar Bisnis Keluarga di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (11/11/2010).

Bisnis pertama Kalbe Farma, menurutnya diawali dengan membuat produk obat cacing. Dari keuntungan bisnis itu, ia putar lagi menjadi investasi dan seterusnya hingga besar seperti sekarang ini.

Ia menuturkan sebagai perusahaan keluarga, sejak dua tahun berdiri Kalbe Farma sudah menyusun falsafah bisnis perusahaan yang menjadi dasar bisnis Kalbe Farma. Profesionalisme menurutnya hal yang penting agar perusahaan keluarga tetap berjalan.

Yaitu pertama perusahaan harus tumbuh terus layaknya tumbuhan, pengembangan ilmu dan teknologi harus kuat, manajemen yang mengedepankan profesionalisme, dan mengedepankan kebersamaan diantara 5 saudaranya yang lain.

Cerita yang sama kurang lebih dialami oleh pendiri dan pemilik PT Mustika Ratu Tbk Mooryati Soedibyo yang mengaku tak pernah berpikir menjadi pengusaha kosmetik. Kisah suksesnya pun berawal dari sebuah garasi mobil rumahnya yang menjadi pabrik kecil-kecilan saat awal menjalani bisnis.

"Usaha berawal dari beras kencur, dimulai juga dari garasi," katanya.

Mooryati menuturkan menjalani bisnis keluarga diakuinya memiliki tantangan terutama pada saat adanya suksesi kepemimpinan kegenerasi berikutnya. Mustika Ratu sendiri sudah masuk tahap generasi kedua.

Dikatakannya dari perusahaan keluarga yang ada hanya 40% yang bisa bertahan, sementara yang bisa tumbuh menjadi besar dan multinasional hanya 5% saja.

"Human resource penting sekali dalam menjalani bisnis keluarga," katanya.

Menurutnya soal suksesi kepemimpinan tidak semuanya bisa dipukul rata, dalam beberapa kasus seperti Bosowa Group suksesi diambil oleh anak tertua Aksa Mahmud, sementara Garuda Food justru suksesi jatuh ke tangan anak yang ke-12, sementara pemilik Lippo James Riady merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara.

"Jadi anak pertama belum tentu mau," katanya.

Sementara itu pendiri dan pemilik Bosowa Group Aksa Mahmud mengatakan kisah awalnya membangun kerajaan bisnis Bosowa Group hanya dari niat untuk menciptakan hidup yang lebih baik.

Mengenai proses regenerasi di bisnis keluarga, biasanya akan terjadi masalah ketika mulai terjadi suksesi ke generasi kedua dan berikutnya karena adanya perbedaan cara pandang. Sehingga kata dia, cara yang paling tepat adalah membangun bisnis keluarga menjadi perusahaan publik dan porsi pembagian saham harus sama rata antara anggota keluarga.

"Dengan masuk ke pasar modal, interpensi keluarga bisa diatasi," jelas Aksa.

Ia juga mengatakan regenerasi bisa diambil dari anak maupun karyawan profesional. Meski ia lebih condong agar bisnis keluarga mengutamakan regenerasi pada anak si pemilik perusahaan keluarga tersebut.

"Bagaimana menyiapkan pengganti dari pada pendiri. Apakah mengambil dari keluarga dari anak atau karyawan. Kalau ada anak yang mampu itu yang terbaik," ucapnya.


(hen/qom)


Sumber :
Detik.com - http://finance.detik.com/read/2010/11/12/081257/1492703/480/bisnis-keluarga-banyak-kisah-sukses-bermula-dari-garasi-mobil

Minggu, 22 Juli 2012

Ini Dia 10 Peluang Usaha yang Cocok di Bulan Puasa

Inka Nesya - detikfinance
Senin, 23/07/2012 09:06 WIB

Jakarta - Bulan suci ramadan memang selalu menjadi bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim setiap tahunnya berlomba-lomba melaksanakan ibadah.

Tak hanya itu, bulan puasa juga ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk mencari keuntungan yang besar dengan membuka usaha dadakan, mulai dari saat menjelang bulan puasa hingga memasuki hari raya lebaran.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan ramadan yang dipengaruhi oleh pola konsumsi yang sangat tinggi ini membuat sejumlah orang yang tergerak pada berbagai bidang usaha dari mulai skala yang paling kecil, yaitu membuka lapak dadakan di rumah-rumah sampai pada tingkat tertinggi yang biasa dilakukan pebisnis lama untuk meningkatkan jumlah produksinya.

Berikut ini ada 10 jenis usaha yang paling dilirik untuk dijadikan peluang yang besar selama bulan ramadan hingga menjelang Hari Raya Lebaran, dikumpulkan detikFinance dari berbagai sumber, Senin (23/7/2012), kesepuluh peluang usaha yang ramai tersebut sebagai berikut:

1.Makanan Takjil

Segala jenis makanan yang disajikan pada saat berbuka puasa atau biasa disebut dengan takjil selalu menjadi incaran. Berbagai jenis makanan, seperti risol, bakwan, tempe goreng, tahu goreng, pisang goreng, kroket, pastel, martabak, asinan, kolak, dan bubur sum-sum menjadi incaran orang-orang yang ingin berbuka puasa.

Tidak hanya makanan kecil saja yang berani dijajakan, tetapi juga makanan berat, seperti ayam goreng, pepesan tahu, pepesan ikan, gudeg, daging serundeng, sayur singkong, telur balado, orek tempe, sampai mie goreng juga disajikan para penjual dadakan.

Fenomena bulan puasa di setiap tahun memang selalu mengejutkan masyarakat dengan banyaknya para penjual dadakan mulai dari yang menggelar meja di depan rumah sampai membuka lapak di sekitar lahan yang strategis, sehingga terkadang membuat kemacetan jalan yang dipenuhi orang-orang yang sedang ngabuburit mencari bukaan puasa.

Larisnya dagangan makanan berbuka puasa tersebut menjadi incaran karena harga yang ditawarkan pada berbagai jenis makanan tersebut masih dapat terjangkau masyarakat, mulai dari Rp 500-15.000 tergantung pada jenis makanannya.

Berdasarkan pengakuan dari beberapa para penjual makanan tersebut, terutama yang mendadak baru berjualan di bulan puasa ini mereka bisa mengambil keuntungan dua kali lipat atau lebih. Kebanyakan para penjual adalah ibu-ibu yang langsung turun tangan memasak sekaligus berjualan dengan modal yang bervariasi sekitar Rp 300.000- 1 juta.

2. Minuman Berbuka Puasa

Ramainya jalanan menjelang berbuka puasa juga dikeliling oleh penjual minuman. Berbagai jenis minuman, seperti es teh, es kelapa, es campur, es buah, sop buah, es pisang ijo, segala macam jus buah juga menjadi buruan orang-orang yang akan berbuka puasa.

Penjual minuman ini selalu saja bisa ditemukan di sepanjang jalan dengan bermodalkan gerobak dan hampir selalu ramai dikerubuti orang-orang yang mengincar minuman. Harga yang ditawarkan juga masih terbilang cukup murah, mulai dari Rp 2.000-8.000 per gelas atau per bungkusnya.

Para penjual minuman ini memang merupakan penjual yang sudah biasa berjualan minuman jauh sebelum datangnya bulan puasa. Modal yang dikumpulkan untuk menjual dagangan minumannya pun tidak terlalu besar, mulai dari Rp 200.000-750.000. Seperti halnya makanan, para penjual minuman pun biasanya juga bisa meraup keuntungan dua kali lipat atau lebih dari besarnya modal.

3. Kue Lebaran

Memasuki bulan suci ramadan, masyarakat tentunya juga menunggu datangnya hari kemenangan di Hari Raya Idul Fitri. Di hari kemenangan tersebut, masyarakat menyiapkan segala hidangan yang akan disajikan kepada para tamu yang akan berkunjung ke rumahnya.

Salah satu sajian yang wajib disajikan di setiap rumah adalah kue lebaran. Beberapa jenis kue yang biasa disajikan seperti kue kacang, kue nastar, kue keju kastengel, kue satu, kue sagon, kue putri salju, kue kumis kucing, dan beberapa kue khas asal daerah masing-masing pemilik rumahnya.

Bagi ibu-ibu yang gemar membuat kue, hal ini tentunya bisa menjadi keuntungan bagi mereka karena tidak semua orang bisa membuat kue yang enak untuk disajikan di rumahnya. Hobi membuat kue ini bisa memberikan keuntungan karena biasanya mereka bisa mendapatkan keuntungan kurang lebih dua kali lipat dari modal yang telah dikeluarkan untuk membeli bahan-bahannya.

Modal yang biasanya dikeluarkan oleh ibu-ibu yang gemar membuat kue ini tergantung dari jumlah pesenan kue kepada mereka. Berdasarkan perkiraan mereka, biasanya modal yang dikeluarkan berkisar antara Rp 1-1,5 juta.

Berdasarkan modal tersebut, mereka memberikan harga kue sesuai dengan jenis kue dan ukuran toplesnya dari ukuran ¼ kg - ½ kg. Harga untuk kue berukuran toples ¼ kg biasanya berkisar antara Rp 25.000-35.000, sedangkan untuk ukuran toples ½ kg harganya antara Rp 50.000-80.000.

4. Busana Muslim

Dimulai dari bulan suci ramadan, seringkali terlihat jelas dari tampilan para wanita yang tiba-tiba tergerak untuk mengenakan busana muslim atau biasa disebut dengan hijab. Bagi muslimah yang saat ini berani tampil fashionable sejalan dengan perkembangan mode kini bisa hadir dengan berbagai tampilan, seperti kerudung, jilbab, bergo, inner ninja, asesoris bros, shawl, kaftan, kimono dress, victorian dress, half batwing dress, hareem pants, dan berbagai model busana tertutup lainnya.

Muslimah yang saat ini berani tampil gaya mengikuti perkembangan mode menjadi semakin kreatif untuk merancang busana muslim yang tetap terlihat catchy, namun tetap tidak melanggar kaidah agamanya. Mereka juga memanfaatkan bulan suci ini untuk mengajak wanita untuk berhijab dengan menawarkan busana-busana muslim yang memiliki style, tapi tetap terjangkau harganya.

Harga yang dipasang untuk busana muslim yang berani tampil gaya ini mulai dari harga Rp 30.000-70.000 pada berbagai jenis kerudung serta Rp 150.000-250.000 untuk model-model busana muslim. Modal yang harus dikeluarkan oleh pebisnis busana muslim ini sekitar Rp 10-20 juta sesuai dengan jumlah pesanan atau barang dagangan yang berani mereka tawarkan.

Dari modal tersebut, biasanya mereka bisa meraup keuntungan Rp 3-7 juta tergantung pada ramainya penjualan yang biasanya menggunakan sistem ready stock dan pre-order.

5. Perlengkapan Ibadah Salat

Gencarnya umat muslim yang sedang menjalankan ibadah sebanyak-banyaknya di bulan suci ramadan ini membuat mereka mempersiapkan perlengkapan sholat agar ibadah yang mereka semakin giat menjalankan ibadahnya. Beberapa perlengkapan ibadah ini, antara lain mukena, kain sarung, sajadah, tasbih, dan al-Qur’an,

Harga masing-masing perlengkapan sholat ini juga bervariasi, biasanya berkisar antara Rp 50.000-200.000 untuk mukena, Rp 25.000-100.000 untuk kain sarung, Rp 50.000-150.000 untuk sajadah, Rp 20.000-75.000 untuk tasbih, dan Rp 30.000-100.000 untuk al-Qur’an.

Modal yang biasanya dikeluarkan untuk membuka bisnis perlengkapan ibadah sholat ini tergantung pada besar kecilnya barang-barang yang ditawarkan. Biasanya bisa bermodal antara Rp 5-15 juta. Keuntungan yang bisa terkumpul dengan berbisnis macam-macam perlengkapan ibadah salat ini bisa sampai Rp 2-5 juta.

6. Buah-buahan

Selain makanan yang sebelumnya telah disebutkan, buah-buahan ternyata juga tetap laris selama bulan puasa. Buah-buahan ini tetap dicari oleh masyarakat pada saat berbuka puasa karena mengandung berbagai vitamin yang diperlukan tubuh agar tetap fit. Ada beberapa jenis buah yang laris menjelang buka puasa, yaitu timun suri, blewah, kolang-kaling, dan kurma.

Harga buah-buahan tersebut pada saat bulan puasa menjadi meningkat karena banyak orang yang mencari buah-buahan tersebut. Harga buah-buahan yang naik di pasaran saat bulan puasa sekarang ini, misalnya timun suri menjadi Rp 5.000, buah blewah sekitar Rp 8.000, kolang kaling per kilogram menjadi Rp 10.000, dan kurma per kilogramnya senesar Rp 50.000.

Buah-buahan tersebut biasanya dinikmati saat berbuka puasa secara langsung atau dijadikan ke dalam minuman. Modal yang harus dikeluarkan untuk usaha buah-buah tidak cukup besar karena kebanyakan para pedagang langsung mengambil dari sumbernya, yaitu pemilik lahan buah-buahan.

7. Ketupat

Makanan pada saat bulan puasa hingga menjelang hari raya lebaran memang menjadi kebutuhan utama yang selalu laris untuk dijadikan peluang usaha. Jenis makanan berikutnya adalah ketupat yang biasa identik dengan ciri khas hari lebaran.

Ketupat yang menjadi simbol hari lebaran akan hadir menghiasi pasar-pasar maupun di berbagai pusat perbelanjaan. Bagi bisnis ketupat itu sendiri di pasaran dimulai sejak akhir bulan ramadan. Ibu-ibu yang sibuk mempersiapkan ketupat sebagai hidangan utama di hari Lebaran biasanya banyak yang tidak sempat membuat ketupat sendiri karena sibuk mempersiapkan hidangan lauk lainnya. Ini yang menjadi keuntungan para pembuat ketupat yang mendapat pesanan ketupat dalam jumlah yang baik.

Untuk modal dalam membuat ketupat itu sendiri disesuaikan dengan harga besar yang naik di pasaran mulai bulan Ramadhan. Oleh karena itu, harga ketupat menjadi naik sekitar dua kali lipat, dari harga Rp 1.000 per ketupat menjadi Rp 2.000.

8. Kembang Api

Bulan ramadan memang membawa berkah bagi setiap umat muslim dan memberikan keceriaan bagi yang merayakannya. Keceriaan pada malam-malam bulan puasa biasanya diwarnai oleh kembang api.

Perayaan kembang api ini juga akan semakin meriah pada saat malam takbiran, sehari sebelum Hari raya Lebaran, meskipun terkadang membawa musibah kebakaran apabila tidak berhati-hari memainkannya.

Perayaan kembang api ini dijadikan peluang oleh para pedagang-pedagang yang menjual berbagai jenis kembang api, mulai dari air mancur, petasan penyu, petasan kumbang, petasan kura-kura, dan petasan banting.

Harga yang ditawarkan oleh pedagang kembang api ini disesuaikan dengan jenis dan ukuran kembang api tersebut. Harganya berkisar antara Rp 5.000-50.000 per lusinnya.

Menurut pedagang kembang api, modal untuk membeli dagangan kembang api ini cukup besar bisa sekitar belasan juta. Kembang api ini biasa diambil langsung dari Kota yang kemudian akan dijual kembali di beberapa wilayah.

9. Parsel

Barang yang biasanya ditunggu-tunggu saat menjelang hari raya lebaran adalah kiriman parsel dari rekan-rekan. Parsel ini menjanjikan peluang yang cukup besar di hari raya, termasuk di hari lebaran. Meskipun, saat ini ada peraturan untuk menolak kiriman parsel yang diidentikan sebagai bentuk suap.

Bentuk parsel saat ini hadir dengan berbagai hiasan dan ini yang juga telah dirancang sedemikian rupa hingga menarik untuk dilihat. Saat ini parsel tidak hanya berisi makanan-makanan, tetapi juga bisa peralatan makan, perlengkapan sholat, hingga perhiasan.

Harga yang dipatok untuk berbagai macam parsel ini tentunya disesuaikan dengan ukuran dan isi parsel yang ada di dalamnya. Harga dimulai dari Rp 200.000 yang berisi makanan-makanan dengan ukuran yang kecil sampai dengan Rp 700.000 yang berukuran besar.

Sementara parsel yang berisi perlengkapan makan bisa dipatok dengan harga Rp 750.000-1,5 juta. Parsel yang memuat perlengkapan salat bisa lebih mahal lagi, yaitu berkisar lebih dari Rp 1 juta.

10. Rental Mobil

Tujuan dari merayakan hari raya kemenangan setelah bulan puasa bagi kaum urban adalah bisa bertemu kembali dengan seluruh kerabat-kerabatnya. Inilah saat yang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat untuk bisa bertemu dengan keluarga tercinta.

Ada banyak alternatif yang ingin kembali ke kampung halamannya, yaitu dengan pesawat terbang, kereta api, kapal laut, bis umum, motor, dan mobil. Kendaraan mobil inilah yang diminati masyarakat untuk bisa mengendarai kendaraan ini ke kampung halamannya dengan rasa bangga dan bisa memuat anggota keluarganya dalam jumlah yang banyak.

Namun, sayangnya tidak semua orang yang ingin pulang ke kampung memiliki kendaraan pribadi. Jasa penyewaan rental mobil inilah yang menjadi solusi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi untuk tetap bisa membawa anggota keluarganya ke kampung.

Mobil yang disewakan oleh perusahaan jasa rental ini juga ada berbagai macam tipe, seperti Avanza, Inova, Alphard, dan Camry yang biasanya paling banyak diminati. Pada liburan hari raya lebaran ini biasanya orang-orang akan menyewa mobil tersebut selama beberapa hari.

Harga penyewaan mobil tersebut per harinya biasanya sekitar Rp 300.000, akan tetapi untuk hari raya lebaran ini bisa melonjak menjadi Rp 500.000 per harinya. Keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan rental mobil ini biasanya bisa dibilang cukup besar, meskipun modal yang dikeluarkan juga tentunya sangat besar.


Sumber : Detik.com
01. http://finance.detik.com/read/2012/07/23/090136/1971891/480/ini-dia-10-peluang-usaha-yang-cocok-di-bulan-puasa?f991104topnews
02. http://finance.detik.com/read/2012/07/23/090136/1971891/480/2/ini-dia-10-peluang-usaha-yang-cocok-di-bulan-puasaf991104topnews
03. http://finance.detik.com/read/2012/07/23/090136/1971891/480/3/ini-dia-10-peluang-usaha-yang-cocok-di-bulan-puasaf991104topnews
04. http://finance.detik.com/read/2012/07/23/090136/1971891/480/4/ini-dia-10-peluang-usaha-yang-cocok-di-bulan-puasaf991104topnews
05. http://finance.detik.com/read/2012/07/23/090136/1971891/480/5/ini-dia-10-peluang-usaha-yang-cocok-di-bulan-puasaf991104topnews
06. http://finance.detik.com/read/2012/07/23/090136/1971891/480/6/ini-dia-10-peluang-usaha-yang-cocok-di-bulan-puasaf991104topnews
07. http://finance.detik.com/read/2012/07/23/090136/1971891/480/7/ini-dia-10-peluang-usaha-yang-cocok-di-bulan-puasaf991104topnews
08. http://finance.detik.com/read/2012/07/23/090136/1971891/480/8/ini-dia-10-peluang-usaha-yang-cocok-di-bulan-puasaf991104topnews
09. http://finance.detik.com/read/2012/07/23/090136/1971891/480/9/ini-dia-10-peluang-usaha-yang-cocok-di-bulan-puasaf991104topnews
10. http://finance.detik.com/read/2012/07/23/090136/1971891/480/10/ini-dia-10-peluang-usaha-yang-cocok-di-bulan-puasaf991104topnews
11. http://finance.detik.com/read/2012/07/23/090136/1971891/480/11/ini-dia-10-peluang-usaha-yang-cocok-di-bulan-puasaf991104topnews

Rabu, 18 Juli 2012

5 Cara Agar Presentasi di Kantor Berjalan Sukses

Rabu, 18/07/2012 18:21 WIB

Dona Rema - wolipop

Jakarta - Jika Anda adalah tipe orang yang mudah grogi dan takut untuk berbicara di depan orang banyak, tentunya melakukan presentasi di depan bos maupun kolega merupakan hal yang paling tidak disukai.

Padahal, kegiatan tersebut bukanlah hal yang sulit. Anda hanya membutuhkan beberapa persiapan secara matang agar presentasi yang dilakukan berjalan dengan baik dan sukses. Berikut ini beberapa tips bermanfaat tentang cara mempersiapkan dan melakukan presentasi di tempat kerja, seperti dikutip dari Idiva.

1. Selesaikan Pekerjaan Anda Secepatnya
Jika memiliki pekerjaan yang menumpuk, sebaiknya segeralah diselesaikan. Jangan sampai menyelesaikannya saat berdekatan dengan hari H dimana Anda akan melakukan presentasi. Hal ini untuk menghindari aktivitas yang membuat Anda menjadi kewalahan. Sehingga nantinya Anda bisa lebih fokus untuk mempersiapkan materi yang mau dipresentasikan.

2. Jadilah Orang yang Terorganisir
Dapat mengatur waktu dengan baik, juga merupakan kunci sukses agar dapat menyiapkan materi presentasi secara sempurna. Pergunakanlah waktu Anda sekitar satu hingga lima jam untuk mempersiapkan materi presentasi, mulai dari pembuatan power point hingga cue card. Jangan lupa juga untuk menyimpan data-datanya dengan benar, baik itu disimpan di dalam cd, desktop laptop, maupun hard disk. Membuat hard copy juga penting. Jadi pastikanlah waktu yang ada dipergunakan dengan maksimal.

3. Gunakan Ilustrasi dan Grafik
Ilustrasi, gambar, grafik dan statistik lainnya dapat membantu melengkapi data Anda yang akan dipresentasikan. Banyak orang yang membuat power point presentasi dengan polos tanpa adanya gambar, ilustrasi, dan sebagainya. Hal tersebut bisa menimbulkan rasa jenuh bagi pendengarnya. Jadi sebaiknya gunakanlah ide kreatif Anda untuk membuat power point presentasi secara atraktif.

4. Jadilah Orang yang Informatif
Banyak orang yang selalu bekerja keras mengumpulkan informasi berharga untuk membuat power point presentasi. Mereka percaya bahwa pendengar ingin mendengar semua informasi tersebut. Namun, sebaiknya Anda memilih informasi yang terbaik. Sehingga saat presentasi nanti Anda hanya menjelaskan materi yang penting.

5. Pastikan Informasi Tersampaikan dengan Baik
Saat melakukan presentasi, pastikan di setiap slide Anda menjelaskannya dengan benar. Jangan sampai ada informasi yang terlewatkan. Anda juga perlu memastikan bahwa cara Anda melakukan presentasi dapat menarik perhatian para audiens.


(rma/rma)


Sumber :
Detik.com - http://wolipop.detik.com/read/2012/07/18/182127/1968864/1133/5-cara-agar-presentasi-di-kantor-berjalan-sukses?w992201835

Translate