Banyak orang takut memulai usaha, karena takut gagal. Coba cara ini.
Jum'at, 22 Juni 2012, 15:32 Hadi Suprapto, Iwan Kurniawan
VIVAnews - Banyak orang takut memulai usaha, karena takut gagal atau takut tidak punya modal. Hermas Puspito dari ELC Digital Company mengungkapkan, ada lima poin yang harus Anda lakukan untuk menjadi pengusaha.
Berikut lima langkah yang harus Anda jalankan untuk mulai jadi seorang entrepreneur:
1. Jaringan
Menjadi seorang pengusaha harus mempunyai relasi yang luas dan banyak. "Kita tidak bisa membuka usaha kalau tidak bisa melakukan networking," katanya dalam Entrepreneurship Festival, di Jakarta, Jumat 22 Juni 2012.
Memperbanyak jaringan menjadi sangat penting bagi perluasan usaha Anda. Setiap orang dapat menjadi potensi sebagai konsumen atau bekerja sama dalam mengembangkan bisnis.
2. Persiapan mental
Banyak orang yang takut memulai usaha, ini karena dalam pikirannya sudah tertanam mental takut gagal atau bingung memulai usaha. Ada juga orang yang memiliki mental jika ingin membuka usaha harus memiliki rencana bisnis yang sempurna.
Rencana bisnis diperlukan, namun tidak harus sempurna karena dapat disempurnakan ketika bisnis telah berjalan. Seorang pengusaha harus memiliki mental fokus dan disiplin. Dua hal ini diperlukan untuk menjalankan rencana bisnis yang telah dipersiapkan.
"Kalau mentalnya harus sempurna, kapan mulai bisnisnya?" katanya.
3. Modal
Modal merupakan salah satu faktor penting dalam memulai bisnis. Banyak orang ingin memulai usaha, namun tak mempunyai modal sehingga tidak jalan. Padahal, untuk memulai usaha bisa dilakukan tanpa modal.
Modal terbagi menjadi tiga, modal sendiri, mencari modal dari investor atau bank, dan modal partnership. Modal sendiri dapat diraih dengan cara menabung, atau bisa juga memulai bisnis sendiri dengan tanpa modal seperi menjadi reseller (pengecer) sebuah barang.
"Reseller itu entrepreneur tahap satu, yang pelan-pelan naik jadi wirausaha sendiri," katanya.
Sedangkan untuk modal dari investor atau bank, dibutuhkan perencanaan bisnis yang baik. Serta modal ketiga adalah partnership, yaitu menggunakan aset yang sudah ada sebagai modal bekerja sama dengan orang lain. "Seperti, memanfaatkan rumah untuk menjual barang yang dititipkan," ujar Hermas.
4. Marketing
Seorang pengusaha harus mengetahui kelebihan produk yang membedakan dengan barang sejenis. Setelah itu, dipadukan dengan promosi yang menarik sehingga dapat menarik orang untuk membeli produk. Marketing juga dapat dipadukan dengan networking, sehingga menjadi komunikasi marketing yang terintegrasi.
"Harga dipadu dengan promosi, seperti 50 orang pembeli pertama dapat potongan, atau bisa juga menawarkan produk ke orang-orang yang kita kenal," katanya.
Kehadiran media sosial bisa jadi strategi marketing tersendiri. Ia menjelaskan, kehadiran media sosial dapat digunakan seorang entrepreneur untuk membangun komunitas. Komunitas dapat diarahkan untuk membuat acara yang terkait dengan produknya.
"Media sosial sekarang ini bisa menjadi marketing rendah biaya, bahkan tanpa modal, hanya cukup sambungan internet," katanya. Ia menyarankan bagi pengguna Twitter, jangan hanya berkicau produknya tapi juga memberi informasi yang berguna bagi follower.
5. Mulailah sekarang
Keempat langkah tadi tidak akan jalan jika tidak dimulai sekarang. Dalam menjalankan bisnis seorang pengusaha harus terus mengembangkan diri dengan membaca buku dan mendatangi seminar-seminar pengusaha untuk memotivasi diri.
"Jangan lupa mulai rajin berdoa, karena kesuksesan datang dari Tuhan," katanya. (asp)
Sumber :
• VIVAnews - http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/328403-lima-kunci-sukses-jadi-pengusaha
Kamis, 05 Juli 2012
8 Kendala dan Solusi Memulai Usaha
Dengan mengetahui kendala, wirausaha dapat mengatasi tantangan bisnis.
Sabtu, 23 Juni 2012, 07:07 Nur Farida Ahniar, Iwan Kurniawan
VIVAnews - Wirausaha pemula biasanya menemui beberapa kendala dalam mengembangkan bisnisnya. Beberapa kendala itu mulai dari urusan sumber daya manusia, pengembangan produk, perencanaan modal, hingga eksekusi.
Kepala Peneliti Bursa Efek Indonesia, Poltak Hotradero, menjelaskan, dengan mengetahui kendala, diharapkan wirausaha dapat mengatasi berbagai kendala itu. Poltak membeberkan delapan kendala yang biasa dialami wirausaha.
Berikut daftarnya:
1. Sumber Daya Manusia
Seorang enterpreneur membutuhkan tim kerja dan spesialisasi untuk mengembangkan perusahaannya. Untuk itu, seorang enterpreneur harus terus berinvestasi pada manusia untuk membesarkan perusahaan.
Ia mencontohkan PT Astra International Tbk. Astra fokus dalam manajerial sumber daya manusia, sehingga apa pun bisnis Astra, dapat berkembang. "Awalnya, Astra hanya bisnis perakitan mobil. Tapi, sekarang bisnisnya di mana-mana, dari sawit hingga air bersih," kata Poltak dalam Enterpreneur Festival di Jakarta, Jumat 22 Juni 2012.
2. Pengembangan Produk
Poltak menjelaskan, banyak pebisnis pemula salah dalam menentukan bisnis yang akan diterjuni. Kebanyakan kegagalan pengusaha adalah membuat produk yang tidak dibutuhkan masyarakat. Ia memberi saran agar membuat produk "demand driven", yaitu produk-produk yang dibutuhkan masyarakat.
Poltak mencontohkan bagaimana Hewlett-Packard terus meluncurkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat, karena adanya masukan dan saran dari masyarakat. Pengembangan produk penting untuk keberlangsungan perusahaan.
3. Memetakan Kompetisi
Poltak menyarankan agar setiap calon pengusaha untuk melakukan riset SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dan terus mengawasi para pesaing. Penyusunan rencana sangat penting bila kompetisi terus terjadi.
Salah satu contoh perusahaan yang tidak melakukan perencanaan yang baik adalah Kodak. "Kodak penemu foto digital pertama dan kuat di fotografi. Namun, karena mereka kuat menjadi tidak waspada disalip kompetitor, sehingga Kodak bangkrut tahun lalu," kata analis pasar modal ini.
4. Permintaan
Pelanggan adalah raja. Untuk itu, seorang enterpreneur harus menentukan siapa yang menjadi prioritas atas produk yang dijual. Penentuan segmentasi ini untuk mengetahui karakteristik pelanggan.
Poltak mencontohkan Wal-Mart yang memposisikan untuk pelanggan kelas bawah dengan menyediakan barang-barang generik dan dengan harga paling murah. Positioning ini membuat demand Wal-Mart menjadi elastis. Saat
ekonomi bagus, masyarakat kelas bawah belanja di Wal-Mart, dan saat ekonomi sulit, masyarakat kelas atas juga ikut belanja di Wal-Mart.
5. Pricing
Penentuan harga merupakan hal yang paling sulit ditentukan oleh seorang yang baru terjun dalam dunia bisnis. Menurut dia, harga yang telah ditentukan harus dapat berubah menyesuaikan situasi perekonomian, atau berinovasi dengan menciptakan produk baru yang terjangkau.
Unilever, lanjutnya, merupakan contoh yang bagus. Produk Unilever sangat kuat di konsumen kelas atas. Namun, dengan strategi brilian, Unilever juga dapat menjangkau kelas bawah dengan membuat kemasan sachet.
"Ketika produk dikecilkan, ternyata margin lebih besar produk normal," katanya.
6. Siklus Penjualan
Seorang pengusaha pemula harus memperhatikan siklus penjualan produknya, apakah tahan lama atau tidak. Enterpreneur juga harus memperhatikan lamanya suatu produk di pasaran dengan terus berinovasi mengeluarkan produk-produk baru.
Sebagai contoh, Nokia terus mengeluarkan produk baru setiap tujuh bulan, sehingga para pesaing tidak dapat mengejar inovasi yang dilakukan Nokia.
"Sayangnya, masalah Nokia cuma operating system yang tetap bertahan dengan Symbian yang tidak terbuka seperti Android," katanya.
7. Perencanaan modal
Seorang yang berjiwa enterpreneur selalu membuat perencanaan modal dan target. Dengan perencanaan modal yang kuat, para pengusaha terus memutarkan modalnya untuk mengembangkan usaha. "Yang terpenting bagi orang yang berjiwa enterpreneur adalah sukses, berfoya-foya itu nomor sekian, yang penting besar dulu," katanya.
Contohnya adalah General Electric yang terus memutarkan modalnya untuk ekspansi di bisnis yang baru. GE selalu menargetkan bisnis yang baru dimasukinya harus sukses menjadi tiga besar dalam lima tahun.
8. Eksekusi
Ia menjelaskan, eksekusi suatu produk merupakan hal tersulit. Seorang wirausaha harus taat pada jadwal yang telah ditentukan. Selain itu, produk yang akan dieksekusi sudah terbukti dibutuhkan dan orang yang menjadi sasaran produknya dapat menggunakan.
"Bill Gates setiap mau meluncurkan produk berprinsip harus bisa digunakan oleh neneknya. Kalau neneknya tidak bisa menggunakan alat tersebut, harus disempurnakan lagi hingga bisa," katanya. (art)
Sumber :
• VIVAnews - http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/328528-8-kendala-dan-solusinya-memulai-usaha
Sabtu, 23 Juni 2012, 07:07 Nur Farida Ahniar, Iwan Kurniawan
VIVAnews - Wirausaha pemula biasanya menemui beberapa kendala dalam mengembangkan bisnisnya. Beberapa kendala itu mulai dari urusan sumber daya manusia, pengembangan produk, perencanaan modal, hingga eksekusi.
Kepala Peneliti Bursa Efek Indonesia, Poltak Hotradero, menjelaskan, dengan mengetahui kendala, diharapkan wirausaha dapat mengatasi berbagai kendala itu. Poltak membeberkan delapan kendala yang biasa dialami wirausaha.
Berikut daftarnya:
1. Sumber Daya Manusia
Seorang enterpreneur membutuhkan tim kerja dan spesialisasi untuk mengembangkan perusahaannya. Untuk itu, seorang enterpreneur harus terus berinvestasi pada manusia untuk membesarkan perusahaan.
Ia mencontohkan PT Astra International Tbk. Astra fokus dalam manajerial sumber daya manusia, sehingga apa pun bisnis Astra, dapat berkembang. "Awalnya, Astra hanya bisnis perakitan mobil. Tapi, sekarang bisnisnya di mana-mana, dari sawit hingga air bersih," kata Poltak dalam Enterpreneur Festival di Jakarta, Jumat 22 Juni 2012.
2. Pengembangan Produk
Poltak menjelaskan, banyak pebisnis pemula salah dalam menentukan bisnis yang akan diterjuni. Kebanyakan kegagalan pengusaha adalah membuat produk yang tidak dibutuhkan masyarakat. Ia memberi saran agar membuat produk "demand driven", yaitu produk-produk yang dibutuhkan masyarakat.
Poltak mencontohkan bagaimana Hewlett-Packard terus meluncurkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat, karena adanya masukan dan saran dari masyarakat. Pengembangan produk penting untuk keberlangsungan perusahaan.
3. Memetakan Kompetisi
Poltak menyarankan agar setiap calon pengusaha untuk melakukan riset SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dan terus mengawasi para pesaing. Penyusunan rencana sangat penting bila kompetisi terus terjadi.
Salah satu contoh perusahaan yang tidak melakukan perencanaan yang baik adalah Kodak. "Kodak penemu foto digital pertama dan kuat di fotografi. Namun, karena mereka kuat menjadi tidak waspada disalip kompetitor, sehingga Kodak bangkrut tahun lalu," kata analis pasar modal ini.
4. Permintaan
Pelanggan adalah raja. Untuk itu, seorang enterpreneur harus menentukan siapa yang menjadi prioritas atas produk yang dijual. Penentuan segmentasi ini untuk mengetahui karakteristik pelanggan.
Poltak mencontohkan Wal-Mart yang memposisikan untuk pelanggan kelas bawah dengan menyediakan barang-barang generik dan dengan harga paling murah. Positioning ini membuat demand Wal-Mart menjadi elastis. Saat
ekonomi bagus, masyarakat kelas bawah belanja di Wal-Mart, dan saat ekonomi sulit, masyarakat kelas atas juga ikut belanja di Wal-Mart.
5. Pricing
Penentuan harga merupakan hal yang paling sulit ditentukan oleh seorang yang baru terjun dalam dunia bisnis. Menurut dia, harga yang telah ditentukan harus dapat berubah menyesuaikan situasi perekonomian, atau berinovasi dengan menciptakan produk baru yang terjangkau.
Unilever, lanjutnya, merupakan contoh yang bagus. Produk Unilever sangat kuat di konsumen kelas atas. Namun, dengan strategi brilian, Unilever juga dapat menjangkau kelas bawah dengan membuat kemasan sachet.
"Ketika produk dikecilkan, ternyata margin lebih besar produk normal," katanya.
6. Siklus Penjualan
Seorang pengusaha pemula harus memperhatikan siklus penjualan produknya, apakah tahan lama atau tidak. Enterpreneur juga harus memperhatikan lamanya suatu produk di pasaran dengan terus berinovasi mengeluarkan produk-produk baru.
Sebagai contoh, Nokia terus mengeluarkan produk baru setiap tujuh bulan, sehingga para pesaing tidak dapat mengejar inovasi yang dilakukan Nokia.
"Sayangnya, masalah Nokia cuma operating system yang tetap bertahan dengan Symbian yang tidak terbuka seperti Android," katanya.
7. Perencanaan modal
Seorang yang berjiwa enterpreneur selalu membuat perencanaan modal dan target. Dengan perencanaan modal yang kuat, para pengusaha terus memutarkan modalnya untuk mengembangkan usaha. "Yang terpenting bagi orang yang berjiwa enterpreneur adalah sukses, berfoya-foya itu nomor sekian, yang penting besar dulu," katanya.
Contohnya adalah General Electric yang terus memutarkan modalnya untuk ekspansi di bisnis yang baru. GE selalu menargetkan bisnis yang baru dimasukinya harus sukses menjadi tiga besar dalam lima tahun.
8. Eksekusi
Ia menjelaskan, eksekusi suatu produk merupakan hal tersulit. Seorang wirausaha harus taat pada jadwal yang telah ditentukan. Selain itu, produk yang akan dieksekusi sudah terbukti dibutuhkan dan orang yang menjadi sasaran produknya dapat menggunakan.
"Bill Gates setiap mau meluncurkan produk berprinsip harus bisa digunakan oleh neneknya. Kalau neneknya tidak bisa menggunakan alat tersebut, harus disempurnakan lagi hingga bisa," katanya. (art)
Sumber :
• VIVAnews - http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/328528-8-kendala-dan-solusinya-memulai-usaha
Trik Didik Anak Agar Jadi Pengusaha Sukses
Dengan jiwa perantau, anak memiliki mental pengemudi, bukan penumpang.
Kamis, 5 Juli 2012, 15:47 | Hadi Suprapto, Iwan Kurniawan
VIVAnews - Jika anak Anda ingin menjadi seorang pengusaha sukses, maka harus memiliki jiwa perantau, yaitu bisa hidup mandiri di negeri orang. Jiwa perantau harus dilatih sejak Sekolah Menengah Atas (SMA).
Hal tersebut diungkapkan oleh Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali. Menurut dia, di negara-negara lain, khususnya Amerika Serikat, begitu menginjak 18 tahun, anak diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan student loan untuk kuliah. Dengan begitu, sang anak menjadi lebih bertanggung jawab.
"Di sini tidak ada. Akibatnya, anak jadi berlindung pada orang tua, mentalitas penumpang. Ujung-ujungnya berebut warisan orang tua," kata Rhenald di Jakarta, Kamis 5 Juli 2012.
Dengan jiwa perantau, dia melanjutkan, anak memiliki mental pengemudi, bukan penumpang. Mental penumpang tidak baik, karena membuat orang tidak kreatif. Sedangkan jiwa pengemudi mempunyai cara berpikir kritikal, kreatif, disiplin, dan bisa menyederhanakan masalah.
Untuk mempunyai jiwa perantau, sejak kecil sang anak harus dilatih menjadi pemenang. Dengan menjadi pemenang, maka sang anak mempunyai karakteristik yang solutif jika menemui masalah. Sayangnya, karakteristik looser masih mendominasi di Indonesia.
"Karakter looser itu cirinya mudah tersulut emosi, berpikir jangka pendek dan serba instan. Sedangkan karakter winner berpikir positif, kreatif, dan mencari jalan keluar," katanya.
Keluarga Indonesia masih banyak yang mengajarkan anak untuk menjadi penumpang, bukan pengemudi. Ia mencontohkan, jiwa perantau bisa dilatih dengan menyekolahkan anaknya di luar kota dan memaksa si anak hidup mandiri.
"Sayangnya di Indonesia, begitu anak di luar kota, dikasih berbagai fasilitas, seperti mobil. Alasannya tidak tega," katanya. (art)
Sumber :
• VIVAnews - http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/333026-trik-didik-anak-agar-jadi-pengusaha-sukses
Kamis, 5 Juli 2012, 15:47 | Hadi Suprapto, Iwan Kurniawan
VIVAnews - Jika anak Anda ingin menjadi seorang pengusaha sukses, maka harus memiliki jiwa perantau, yaitu bisa hidup mandiri di negeri orang. Jiwa perantau harus dilatih sejak Sekolah Menengah Atas (SMA).
Hal tersebut diungkapkan oleh Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali. Menurut dia, di negara-negara lain, khususnya Amerika Serikat, begitu menginjak 18 tahun, anak diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan student loan untuk kuliah. Dengan begitu, sang anak menjadi lebih bertanggung jawab.
"Di sini tidak ada. Akibatnya, anak jadi berlindung pada orang tua, mentalitas penumpang. Ujung-ujungnya berebut warisan orang tua," kata Rhenald di Jakarta, Kamis 5 Juli 2012.
Dengan jiwa perantau, dia melanjutkan, anak memiliki mental pengemudi, bukan penumpang. Mental penumpang tidak baik, karena membuat orang tidak kreatif. Sedangkan jiwa pengemudi mempunyai cara berpikir kritikal, kreatif, disiplin, dan bisa menyederhanakan masalah.
Untuk mempunyai jiwa perantau, sejak kecil sang anak harus dilatih menjadi pemenang. Dengan menjadi pemenang, maka sang anak mempunyai karakteristik yang solutif jika menemui masalah. Sayangnya, karakteristik looser masih mendominasi di Indonesia.
"Karakter looser itu cirinya mudah tersulut emosi, berpikir jangka pendek dan serba instan. Sedangkan karakter winner berpikir positif, kreatif, dan mencari jalan keluar," katanya.
Keluarga Indonesia masih banyak yang mengajarkan anak untuk menjadi penumpang, bukan pengemudi. Ia mencontohkan, jiwa perantau bisa dilatih dengan menyekolahkan anaknya di luar kota dan memaksa si anak hidup mandiri.
"Sayangnya di Indonesia, begitu anak di luar kota, dikasih berbagai fasilitas, seperti mobil. Alasannya tidak tega," katanya. (art)
Sumber :
• VIVAnews - http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/333026-trik-didik-anak-agar-jadi-pengusaha-sukses
Mau Jadi Pengembang Sukses Seperti Ciputra, Ingin Tipsnya
Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Senin, 02/07/2012 08:32 WIB
Jakarta - Menjadi pebisnis atau pengembang properti sukses menjadi impian sebagian pemuda yang baru lulus dari perguruan tinggi. Jika Anda ingin menjadi sukses perlu pengalaman yang mumpuni seraya pintar dalam memanfaatkan peluang.
Menurut Ketua DPP Real Estate Indonesia (REI), Setyo Maharso, pengusaha properti muda harus pintar berhitung dan bermimpi besar dalam menciptakan kawasan pemukiman baru. Bukan hanya sekedar menyusun bata, memasang atap dan berdirilah rumah.
Berikut tips singkat Setyo bagi siapa saja yang ingin memulai berbisnis properti:
Mulai dari yang kecil. Untuk menjadi pengembang, mulailah dengan aksi kecil namum mimpi yang tinggi. Mulailah membangun 10 atau 20 rumah. Pilih lokasi yang strategis hingga rumah mudah dipasarkan.
"Penting lokasi. Tapi masih ditambah dengan opportunity (kesempatan). Kapan mau dibangun," kata Setyo di Jakarta, Senin (2/7/2012).
Pastikan legalitas lahan yang akan dibangun. Penting untuk mendapatkan lahan strategis, apalagi harga yang reasonable. "Jangan mudah percaya harga murah tapi lokasinya strategis. Ada perlu cek. Kalau memang seperti itu, kenapa belum laku? Sertifikat juga harus hat-hati. Cek ke BPN dan Kelurahan setempat, jika ada girik," tambahnya.
Setyo menjelaskan, tidak seluruh wilayah di Indonesia layak dibangun perumahan. Infrastruktur wilayah yang baik menjadi salah satu kunci pengembangan perumahan Anda akan berhasil.
"Jabodetabek tebal (prospektif). Kalau mau membangun di Jawa Barat, pilihlah ke arah Kabupaten Bandung dan Cirebon, itu besar. Sukabumi ada tapi tipis. Pikir juga infratruktur, seperti Cibinong maju karena ada stasiun disana," ucap Setyo.
Modal menjadi salah satu penentu suksesnya bisnis properti, namun bukan yang utama. "Properti itu butuh padat modal."Modal itu kreatifitas. Bisa saja kerja sama dengan pemilik tanah. bagi keuntungan nggak apa-apa. Asal jangan bagi rugi," kata Setyo.
Jika Anda ingin membangun rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan menjualnya dengan sistem FLPP, perlu kreatifitas lebih tinggi. Pasalnya regulasi pemerintah selalu berganti.
"Bangun rumah MBR harga Rp 95 juta bisa laku asal infrastrukturnya ada. Angkutan juga. Kemudian iklan di media yang pas. Untuk MBR jangan iklan di Kompas, nanti nggak ada yang lihat. Tapi Warta Kota atau Pos Kota," tuturnya.
Pengembangan bisnis properti pun harus berprinsip menciptakan hasil lebih baik. "Kalau punya proyek lagi, bangun lagi disekitar proyek yang sudah ada. Bangun yang lebih baik. Kebiasaan (konsumen) kita adalah, daya beli kecil tapi daya angsur tinggi," tegas Setyo.
Untuk Anda yang ingin membangun apartemen, perhatikan harga. Faktor yang satu ini sangat sensitif. Artinya, jangan menawarkan unit apartemen dengan harga lebih tinggi dengan perumahan yang ada di sekitar proyek.
"Pada radius 5 km dari proyek, harga apartemen harus lebih murah dari itu. Kultur di negara kita memang masih menganggap, kalau rumah ya ada tanahnya," imbuhnya.
(wep/ang)
Sumber :
Detik.com - http://finance.detik.com/read/2012/07/02/083241/1955296/1016/mau-jadi-pengembang-sukses-seperti-ciputra-ingin-tipsnya
Senin, 02/07/2012 08:32 WIB
Jakarta - Menjadi pebisnis atau pengembang properti sukses menjadi impian sebagian pemuda yang baru lulus dari perguruan tinggi. Jika Anda ingin menjadi sukses perlu pengalaman yang mumpuni seraya pintar dalam memanfaatkan peluang.
Menurut Ketua DPP Real Estate Indonesia (REI), Setyo Maharso, pengusaha properti muda harus pintar berhitung dan bermimpi besar dalam menciptakan kawasan pemukiman baru. Bukan hanya sekedar menyusun bata, memasang atap dan berdirilah rumah.
Berikut tips singkat Setyo bagi siapa saja yang ingin memulai berbisnis properti:
Mulai dari yang kecil. Untuk menjadi pengembang, mulailah dengan aksi kecil namum mimpi yang tinggi. Mulailah membangun 10 atau 20 rumah. Pilih lokasi yang strategis hingga rumah mudah dipasarkan.
"Penting lokasi. Tapi masih ditambah dengan opportunity (kesempatan). Kapan mau dibangun," kata Setyo di Jakarta, Senin (2/7/2012).
Pastikan legalitas lahan yang akan dibangun. Penting untuk mendapatkan lahan strategis, apalagi harga yang reasonable. "Jangan mudah percaya harga murah tapi lokasinya strategis. Ada perlu cek. Kalau memang seperti itu, kenapa belum laku? Sertifikat juga harus hat-hati. Cek ke BPN dan Kelurahan setempat, jika ada girik," tambahnya.
Setyo menjelaskan, tidak seluruh wilayah di Indonesia layak dibangun perumahan. Infrastruktur wilayah yang baik menjadi salah satu kunci pengembangan perumahan Anda akan berhasil.
"Jabodetabek tebal (prospektif). Kalau mau membangun di Jawa Barat, pilihlah ke arah Kabupaten Bandung dan Cirebon, itu besar. Sukabumi ada tapi tipis. Pikir juga infratruktur, seperti Cibinong maju karena ada stasiun disana," ucap Setyo.
Modal menjadi salah satu penentu suksesnya bisnis properti, namun bukan yang utama. "Properti itu butuh padat modal."Modal itu kreatifitas. Bisa saja kerja sama dengan pemilik tanah. bagi keuntungan nggak apa-apa. Asal jangan bagi rugi," kata Setyo.
Jika Anda ingin membangun rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan menjualnya dengan sistem FLPP, perlu kreatifitas lebih tinggi. Pasalnya regulasi pemerintah selalu berganti.
"Bangun rumah MBR harga Rp 95 juta bisa laku asal infrastrukturnya ada. Angkutan juga. Kemudian iklan di media yang pas. Untuk MBR jangan iklan di Kompas, nanti nggak ada yang lihat. Tapi Warta Kota atau Pos Kota," tuturnya.
Pengembangan bisnis properti pun harus berprinsip menciptakan hasil lebih baik. "Kalau punya proyek lagi, bangun lagi disekitar proyek yang sudah ada. Bangun yang lebih baik. Kebiasaan (konsumen) kita adalah, daya beli kecil tapi daya angsur tinggi," tegas Setyo.
Untuk Anda yang ingin membangun apartemen, perhatikan harga. Faktor yang satu ini sangat sensitif. Artinya, jangan menawarkan unit apartemen dengan harga lebih tinggi dengan perumahan yang ada di sekitar proyek.
"Pada radius 5 km dari proyek, harga apartemen harus lebih murah dari itu. Kultur di negara kita memang masih menganggap, kalau rumah ya ada tanahnya," imbuhnya.
(wep/ang)
Sumber :
Detik.com - http://finance.detik.com/read/2012/07/02/083241/1955296/1016/mau-jadi-pengembang-sukses-seperti-ciputra-ingin-tipsnya
Ini Tips Agar Terhindar dari Kejahatan Transaksi Elektronik Perbankan
Wiji Nurhayat - detikfinance
Kamis, 05/07/2012 14:42 WIB
Jakarta - Pesatnya perkembangan produk dan jasa perbankan saat ini mengharuskan konsumen untuk jeli dalam memilih produk dan layanan yang ditawarkan. Salah satunya kemudahan dalam transaksi perbankan via internet alias online transaction termasuk cara bertransaksi yang sangat praktis karena dapat digunakan kapan saja dan dimana saja.
Seiring berkembangnya waktu ternyata transaksi online banking menjadi ladang yang menyegarkan bagi penjahat cyber crime yang mengambil keuntungan dengan tumbuh dan berkembangnya sistem ini termasuk di Indonesia.
"Di indonesia sendiri banyak sekali penyimpang, baik itu karena perbankan yang menggunakan internet seperti internet banking, sms banking dan juga credit card dan debit card yang rawan terhadap tindak kriminal," kata Kombespol Djoko Purbo, Kasubid Perbankan dan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus, Bareskrim POLRI saat ditemui wartawan di Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Kamis (05/07/12).
Untuk itu, Djoko menyampaikan beberapa tips praktis yang dapat dipergunakan konsumen perbankan agar dapat bertransaksi secara aman:
1. Pengamanan password dan user name jika anda melakukan pembayaran via credit card dan debit card.
2. Menggunakan hotspot yang secure jika ingin melakukan transaksi E-Banking.
3. Mempelajari segala macam jenis perdagangan via internet/pelajari baik-baik dan jangan mudah tertipu.
4. Cek dan ricek masalah data dan kebenaran identitas anda.
5. Masyarakat agar terus mempelajari cara-cara terbaru penipuan via internet.
6. Kenali, waspada dan hindari jika kita melakukan online trading, lebih baik bertemu langsung antar penjual dan pembeli.
(dru/dru)
Sumber :
Detik.com - http://finance.detik.com/read/2012/07/05/144245/1958482/5/ini-tips-agar-terhindar-dari-kejahatan-transaksi-elektronik-perbankan
Kamis, 05/07/2012 14:42 WIB
Jakarta - Pesatnya perkembangan produk dan jasa perbankan saat ini mengharuskan konsumen untuk jeli dalam memilih produk dan layanan yang ditawarkan. Salah satunya kemudahan dalam transaksi perbankan via internet alias online transaction termasuk cara bertransaksi yang sangat praktis karena dapat digunakan kapan saja dan dimana saja.
Seiring berkembangnya waktu ternyata transaksi online banking menjadi ladang yang menyegarkan bagi penjahat cyber crime yang mengambil keuntungan dengan tumbuh dan berkembangnya sistem ini termasuk di Indonesia.
"Di indonesia sendiri banyak sekali penyimpang, baik itu karena perbankan yang menggunakan internet seperti internet banking, sms banking dan juga credit card dan debit card yang rawan terhadap tindak kriminal," kata Kombespol Djoko Purbo, Kasubid Perbankan dan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus, Bareskrim POLRI saat ditemui wartawan di Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Kamis (05/07/12).
Untuk itu, Djoko menyampaikan beberapa tips praktis yang dapat dipergunakan konsumen perbankan agar dapat bertransaksi secara aman:
1. Pengamanan password dan user name jika anda melakukan pembayaran via credit card dan debit card.
2. Menggunakan hotspot yang secure jika ingin melakukan transaksi E-Banking.
3. Mempelajari segala macam jenis perdagangan via internet/pelajari baik-baik dan jangan mudah tertipu.
4. Cek dan ricek masalah data dan kebenaran identitas anda.
5. Masyarakat agar terus mempelajari cara-cara terbaru penipuan via internet.
6. Kenali, waspada dan hindari jika kita melakukan online trading, lebih baik bertemu langsung antar penjual dan pembeli.
(dru/dru)
Sumber :
Detik.com - http://finance.detik.com/read/2012/07/05/144245/1958482/5/ini-tips-agar-terhindar-dari-kejahatan-transaksi-elektronik-perbankan
Selasa, 03 Juli 2012
8 Tips Sukses dari Orang Paling Kaya di Asia
Angga Aliya - detikfinance
Jumat, 09/03/2012 08:27 WIB
Jakarta - Li Ka-Shing menjadi orang Asia paling kaya versi Forbes 2012. Ia juga masuk jajaran 10 besar orang paling kaya di planet bumi, bersama dengan taipan lain seperti Bill Gates dan Warren Buffett.
Ia memulai hidupnya dari sebuah keluarga sederhana dan dibesarkan tanpa sosok seorang ayah sebelum akhirnya menjadi pebisnis dan orang paling dermawan di Asia. Bagi warga Asia, Li Ka-shing merupakan sosok yang ideal untuk dituruti.
Sudah banyak buku yang menceritakan bisnis dan kehidupannya, kebanyakan diterbitkan dalam bahasa mandarin hampir semuanya dilakukan oleh pihak ketiga. Buku-buku ini banyak memenuhi toko buku, layaknya buku-buku soal Warren Buffet di Amerika Serikat (AS).
Yayasan miliknya, yang bernama Li Ka Shing Foundation, mengumpulkan beberapa pepatah atau tips yang merepresentasikan kehidupan sang taipan. Seluruh tipsnya ini, seperti dilansir dari Forbes, Jumat (9/3/2012), pernah diucapkan langsung oleh CEO Cheung Kong Holdings Limited dan Hutchison Whampoa Limited ini di masa lalu:
1. Sebagai pemimpin, seseorang harus lebih sering menghabiskan waktu merencanakan masa depan.
2. Jangan terlalu optimis ketika pasar sedang bagus, jangan pula terlalu pesimis ketika pasar sedang buruk.
3. Reputasi yang bagus bagi perusahaan dan diri anda adalah aset berharga yang tidak ternilai meski tidak tertulis dalam laporan keuangan.
4. Tidak peduli betapa kuat atau ahlinya anda di satu bidang, jika anda tidak punya hati dan niat yang kuat, anda tidak akan sukses.
5. Untuk menjadi manajer yang baik, sikap dan kemampuan adalah bahan dasar yang harus seimbang. Seorang pemimpin bisa memberi inspirasi kepada bawahannya, sementara seorang bos mendominasi bawahannya sehingga mereka merasa kecil.
6. Rumus untuk bisa sukses itu sulit ditemukan, anda pun harus hati-hati karena tanda-tanda kegagalan justru tersebar di mana-mana. Membangun sebuah fondasi yang bisa meminimalisir kegagalan sudah terbukti bisa menjadi jalan pintas menuju kesuksesan.
7. Seorang manajer yang sukses adalah yang bisa membaca bakat orang lain. Tak hanya mereka bisa memilih orang yang lebih pintar dari dirinya, tetapi juga bisa menghindari memilih karyawan yang terlalu bangga akan dirinya melebihi keahlian aslinya.
8. Seni sebuah manajemen yang bagus terletak dalam kapasitasnya menerima tantangan, serta kemampuannya melebur pemikiran baru dan lama.
(ang/ang)
Sumber :
Detik.com - http://finance.detik.com/read/2012/03/09/082741/1862152/479/8-tips-sukses-dari-orang-paling-kaya-di-asia
Jumat, 09/03/2012 08:27 WIB
Jakarta - Li Ka-Shing menjadi orang Asia paling kaya versi Forbes 2012. Ia juga masuk jajaran 10 besar orang paling kaya di planet bumi, bersama dengan taipan lain seperti Bill Gates dan Warren Buffett.
Ia memulai hidupnya dari sebuah keluarga sederhana dan dibesarkan tanpa sosok seorang ayah sebelum akhirnya menjadi pebisnis dan orang paling dermawan di Asia. Bagi warga Asia, Li Ka-shing merupakan sosok yang ideal untuk dituruti.
Sudah banyak buku yang menceritakan bisnis dan kehidupannya, kebanyakan diterbitkan dalam bahasa mandarin hampir semuanya dilakukan oleh pihak ketiga. Buku-buku ini banyak memenuhi toko buku, layaknya buku-buku soal Warren Buffet di Amerika Serikat (AS).
Yayasan miliknya, yang bernama Li Ka Shing Foundation, mengumpulkan beberapa pepatah atau tips yang merepresentasikan kehidupan sang taipan. Seluruh tipsnya ini, seperti dilansir dari Forbes, Jumat (9/3/2012), pernah diucapkan langsung oleh CEO Cheung Kong Holdings Limited dan Hutchison Whampoa Limited ini di masa lalu:
1. Sebagai pemimpin, seseorang harus lebih sering menghabiskan waktu merencanakan masa depan.
2. Jangan terlalu optimis ketika pasar sedang bagus, jangan pula terlalu pesimis ketika pasar sedang buruk.
3. Reputasi yang bagus bagi perusahaan dan diri anda adalah aset berharga yang tidak ternilai meski tidak tertulis dalam laporan keuangan.
4. Tidak peduli betapa kuat atau ahlinya anda di satu bidang, jika anda tidak punya hati dan niat yang kuat, anda tidak akan sukses.
5. Untuk menjadi manajer yang baik, sikap dan kemampuan adalah bahan dasar yang harus seimbang. Seorang pemimpin bisa memberi inspirasi kepada bawahannya, sementara seorang bos mendominasi bawahannya sehingga mereka merasa kecil.
6. Rumus untuk bisa sukses itu sulit ditemukan, anda pun harus hati-hati karena tanda-tanda kegagalan justru tersebar di mana-mana. Membangun sebuah fondasi yang bisa meminimalisir kegagalan sudah terbukti bisa menjadi jalan pintas menuju kesuksesan.
7. Seorang manajer yang sukses adalah yang bisa membaca bakat orang lain. Tak hanya mereka bisa memilih orang yang lebih pintar dari dirinya, tetapi juga bisa menghindari memilih karyawan yang terlalu bangga akan dirinya melebihi keahlian aslinya.
8. Seni sebuah manajemen yang bagus terletak dalam kapasitasnya menerima tantangan, serta kemampuannya melebur pemikiran baru dan lama.
(ang/ang)
Sumber :
Detik.com - http://finance.detik.com/read/2012/03/09/082741/1862152/479/8-tips-sukses-dari-orang-paling-kaya-di-asia
Tujuh 'Dosa Besar' dalam Berinvestasi
Metta Pranata - detikfinance
Rabu, 25/04/2012 07:13 WIB
Jakarta - Sebagai seorang investor, siapakah musuh terbesar Anda? Jawabannya, diri Anda sendiri. Mengapa? Karena Anda mudah tergoda dan jatuh ke dalam godaan.
Entah Anda itu termasuk investor yang terlalu sering bertransaksi, atau investor yang underperform dalam pengelolaan dana investasi. Disiplin diri dalam berinvestasi merupakan aset terbaik, sebaliknya kekurangan disiplin diri merupakan resiko terbesar Anda.
Ada tujuh dosa dalam berinvestasi dan mungkin Anda pernah melakukan ketujuhnya. Anda ingin berubah jadi investor yang lebih baik di masa depan? Inilah tujuh hal yang harus Anda hindari menurut penulis Motley Fool - Harvey Jones, dilansir dari Sydney Morning Herald, Rabu (25/4/2012).
1. Kemarahan
Emosi menutup kejernihan penilaian. Saat marah, Anda tidak bisa melihat hal lain dengan jernih. Banyak alasan dan penyebab investor emosi. Mungkin Anda baru saja mengalami perceraian yang mahal, membeli produk investasi terburuk atau melewatkan kesempatan bagus.
Anda marah dan untuk menutupi kerugian, Anda memutuskan lebih agresif. Jadi Anda melakukan hal-hal gila seperti trading valas, logam mulia atau mempertaruhkan uang Anda untuk penambang spekulatif beresiko tinggi. Selalu ada waktu dan tempat untuk investasi agresif, tapi ingat segalanya harus dilakukan dengan kepala dingin.
2. Serakah
Inilah dosa terberat investor. Serakah membuat Anda melepaskan investasi jangka panjang dengan imbal hasil layak untuk sebuah investasi saham fluktuatif. Keserakahan membuat beban investasi Anda semakin berat dengan berbagai potongan dan pajak karena Anda 'lari-lari' ke berbagai sektor investasi dan jenis saham.
Serakah itu tidak baik dan sejarah jadi bukti bahayanya keserakahan. Anda harus mampu mengekang insting manusia paling dasar ini jika ingin jadi investor sukses jangka panjang.
3. Lamban
Mungkin lamban merupakan salah satu dosa yang paling ringan. Investor lamban punya beberapa keuntungan. Mereka bisa menghemat biaya perantara dan pajak. Mereka menghindari membuat keputusan yang tergesa-gesa, misalnya menjual atau membeli saham buru-buru.
Tapi lamban berinvestasi bukan strategi pintar jika Anda tidak memanfaatkan waktu itu untuk riset baik buruknya produk investasi sebelum membeli. Atau terlalu malas hingga pengelolaan dana Anda terus-terusan underperform. Mau tetap lamban atau tumbuh, pilihan ada di tangan Anda.
4. Angkuh
Jika Anda pikir keberuntungan mengalir di dalam darah Anda, punya rahasia untuk kaya raya dari modal receh atau bisa menaklukkan pasar setiap tahunnya tanpa kegagalan, bersiaplah untuk terpuruk. Pasar modal itu kejam, tidak ada orang yang tahu segalanya. Jadi apa yang membuat Anda spesial dan merasa paling hebat?
5. Nafsu
Pasti Anda pernah merasakan ini ketika mendengar investasi yang menjanjikan pertumbuhan 10%, saham yang sedang ngetren, tambang emas baru atau dana yang bisa menghasilkan imbal dua kali lipat. Berinvestasilah dengan cerdas. Ingat, itu hanya nafsu sesaat.
6. Iri
Memangnya kenapa jika ada orang yang bisa membeli emas seharga US$ 600 per ons atau untung banyak karena sahamnya sedang naik? Setiap orang harus bisa mendapat penghasilan dari investasinya. Tunggu saja jika belum berhasil, kali ini bukan giliran Anda. Sabar, jangan iri atau buru-buru mengikuti strategi mereka. Nanti juga akan tiba giliran Anda.
7. Rakus
Pasar modal menawarkan berbagai pilihan yang menggiurkan. Dari yang menjanjikan imbal hasil tinggi, eksotisnya minyak, hingga logam mulia yang menyilaukan. Anda harus memilih dengan cermat. Pilih yang sesuai dengan selera investasi Anda dan yang benar-benar Anda mengerti. Lalu tinggal fokus untuk mengembangkannya. Tidak ada yang suka dengan orang rakus.
(ang/ang)
Sumber :
Detik.com - http://finance.detik.com/read/2012/04/25/071353/1900731/479/tujuh-dosa-besar-dalam-berinvestasi
Rabu, 25/04/2012 07:13 WIB
Jakarta - Sebagai seorang investor, siapakah musuh terbesar Anda? Jawabannya, diri Anda sendiri. Mengapa? Karena Anda mudah tergoda dan jatuh ke dalam godaan.
Entah Anda itu termasuk investor yang terlalu sering bertransaksi, atau investor yang underperform dalam pengelolaan dana investasi. Disiplin diri dalam berinvestasi merupakan aset terbaik, sebaliknya kekurangan disiplin diri merupakan resiko terbesar Anda.
Ada tujuh dosa dalam berinvestasi dan mungkin Anda pernah melakukan ketujuhnya. Anda ingin berubah jadi investor yang lebih baik di masa depan? Inilah tujuh hal yang harus Anda hindari menurut penulis Motley Fool - Harvey Jones, dilansir dari Sydney Morning Herald, Rabu (25/4/2012).
1. Kemarahan
Emosi menutup kejernihan penilaian. Saat marah, Anda tidak bisa melihat hal lain dengan jernih. Banyak alasan dan penyebab investor emosi. Mungkin Anda baru saja mengalami perceraian yang mahal, membeli produk investasi terburuk atau melewatkan kesempatan bagus.
Anda marah dan untuk menutupi kerugian, Anda memutuskan lebih agresif. Jadi Anda melakukan hal-hal gila seperti trading valas, logam mulia atau mempertaruhkan uang Anda untuk penambang spekulatif beresiko tinggi. Selalu ada waktu dan tempat untuk investasi agresif, tapi ingat segalanya harus dilakukan dengan kepala dingin.
2. Serakah
Inilah dosa terberat investor. Serakah membuat Anda melepaskan investasi jangka panjang dengan imbal hasil layak untuk sebuah investasi saham fluktuatif. Keserakahan membuat beban investasi Anda semakin berat dengan berbagai potongan dan pajak karena Anda 'lari-lari' ke berbagai sektor investasi dan jenis saham.
Serakah itu tidak baik dan sejarah jadi bukti bahayanya keserakahan. Anda harus mampu mengekang insting manusia paling dasar ini jika ingin jadi investor sukses jangka panjang.
3. Lamban
Mungkin lamban merupakan salah satu dosa yang paling ringan. Investor lamban punya beberapa keuntungan. Mereka bisa menghemat biaya perantara dan pajak. Mereka menghindari membuat keputusan yang tergesa-gesa, misalnya menjual atau membeli saham buru-buru.
Tapi lamban berinvestasi bukan strategi pintar jika Anda tidak memanfaatkan waktu itu untuk riset baik buruknya produk investasi sebelum membeli. Atau terlalu malas hingga pengelolaan dana Anda terus-terusan underperform. Mau tetap lamban atau tumbuh, pilihan ada di tangan Anda.
4. Angkuh
Jika Anda pikir keberuntungan mengalir di dalam darah Anda, punya rahasia untuk kaya raya dari modal receh atau bisa menaklukkan pasar setiap tahunnya tanpa kegagalan, bersiaplah untuk terpuruk. Pasar modal itu kejam, tidak ada orang yang tahu segalanya. Jadi apa yang membuat Anda spesial dan merasa paling hebat?
5. Nafsu
Pasti Anda pernah merasakan ini ketika mendengar investasi yang menjanjikan pertumbuhan 10%, saham yang sedang ngetren, tambang emas baru atau dana yang bisa menghasilkan imbal dua kali lipat. Berinvestasilah dengan cerdas. Ingat, itu hanya nafsu sesaat.
6. Iri
Memangnya kenapa jika ada orang yang bisa membeli emas seharga US$ 600 per ons atau untung banyak karena sahamnya sedang naik? Setiap orang harus bisa mendapat penghasilan dari investasinya. Tunggu saja jika belum berhasil, kali ini bukan giliran Anda. Sabar, jangan iri atau buru-buru mengikuti strategi mereka. Nanti juga akan tiba giliran Anda.
7. Rakus
Pasar modal menawarkan berbagai pilihan yang menggiurkan. Dari yang menjanjikan imbal hasil tinggi, eksotisnya minyak, hingga logam mulia yang menyilaukan. Anda harus memilih dengan cermat. Pilih yang sesuai dengan selera investasi Anda dan yang benar-benar Anda mengerti. Lalu tinggal fokus untuk mengembangkannya. Tidak ada yang suka dengan orang rakus.
(ang/ang)
Sumber :
Detik.com - http://finance.detik.com/read/2012/04/25/071353/1900731/479/tujuh-dosa-besar-dalam-berinvestasi
Langganan:
Komentar (Atom)